Anugerah Berjumpa dengan Tuhan Sejak di Bumi

Anugerah Berjumpa dengan Tuhan Sejak di Bumi

Berjumpa dengan Tuhan merupakan suatu harapan terbesar umat manusia. Setiap manusia beriman percaya bahwa kelak akan bertemu dengan Tuhan setelah kematian, yaitu setelah hari penghakiman (pengadilan) di hari akhir (kiamat). Oleh karena itu, manusia berusaha sungguh-sungguh untuk melakukan seluruh firman Allah agar harapan berjumpa dengan Tuhan menjadi kenyataan di Sorga.

Hasil akan usahanya tersebut akan diketahui setelah hari kiamat, bagi setiap orang yang lulus pada hari penghakiman (pengadilan), dan yang namanya tertertulis di dalam Kitab Kehidupan akan masuk ke tempat yang maha indah berjumpa dengan Allah dan "melihat" wajah-Nya.

Dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka ... (Wahyu 22:3-5)

Berjumpa dengan Tuhan sejak di Bumi

Dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh Allah, manusia diperkenankan untuk menemukan dan berjumpa dengan Tuhan semenjak di Bumi, baik kepada nabi-nabi maupun kesempatan yang diberikan kepada semua orang.

Allah berbicara melalui para nabi

Dalam sejarah perjalanan umat manusia sejak Adam, dalam berbagai kesempatan Allah berkenan menjumpai orang-orang pilihan-Nya, yaitu para nabi untuk diutus melakukan tugas pelayanan. Allah berfirman kepada para nabi melalui malaikat-malaikat untuk disampaikan kepada umat manuia.

Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! (Yesaya 6:1, 9)

Allah berkenan ditemukan oleh semua orang

Jika pada zaman para nabi hanya sebatas nabi yang "diperkenankan" dapat "berjumpa" dan "melihat" Allah, maka sekarang, anugerah berjumpa dengan Tuhan ditawarkan kepada semua orang dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa di seluruh dunia, sehingga setiap orang berkesempatan berjumpa dengan Tuhan semenjak di Bumi.

Bahkan, bagi orang-orang atau suatu bangsa yang tidak menanyakan Tuhan, tidak memanggil nama Tuhan, dan tidak mencari-Nya, Allah pun tetap memberi petunjuk dan kesempatan agar manusia dapat menemukan-Nya.

Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. (Yesaya 65:1)

Kesempatan berjumpa dengan Tuhan tidak sebatas dalam doa dan ibadah, namun lebih dari itu, berjumpa dengan Tuhan secara nyata, dimana manusia dapat berkomunikasi "tatap muka" dan "mendengar" suara Allah secara langsung.

Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! (Yesaya 58:9)

Berkat perjumpaan manusia dengan Tuhan secara nyata di Bumi, hal itu akan membawa manusia dapat menyembah Allah dengan benar dalam roh dan kebenaran.

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. (Yohanes 4:24)

Kabar gembira inilah yang dibawa oleh Kristus Yesus kepada seluruh umat manusia dalam Kerajaan Allah, dimana Allah berkenan memperkenalkan diri-Nya dan berkenan ditemukan oleh setiap orang percaya sejak di Bumi.

Kerajaan Allah sebagai tatanan Allah dalam mengelola segala ciptaan-Nya yang di dalamnya manusia berkesempatan berjumpa dan melihat Allah untuk dipimpin secara pribadi semenjak di Bumi.

Untuk berkesempatan berjumpa dengan Allah di Bumi, manusia dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, dan menyerahkan dirinya untuk dibentuk dari manusia bertabiat dosa menjadi manusia berkodrat ilahi.

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. (II Petrus 1:3-4)

Bagi setiap orang yang menempuh proses secara benar, yaitu tahap demi tahap yang ditempuh sesuai dengan kebenaran firman Allah, maka kesempatan berjumpa dan melihat Allah di Bumi dapat menjadi kenyataan.

Demikian juga sebaliknya, jika tahap yang ditempuh tidak sesuai dengan kebenaran, kerinduan berjumpa dengan Allah di Bumi belum dapat menjadi kenyataan.

Jika manusia menempuh sesuai dengan kebenaran dalam meraih Kerajaan Allah, Roh Allah akan menyertai dan tinggal di dalam setiap orang percaya secara pribadi.

Yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yohanes14:17)

Pilihan manusia

Kini semua tergantung pilihan manusia. Bagi manusia yang memilih berjumpa dengan Tuhan setelah kematian, yaitu setelah hari penghakiman (pengadilan), dapat menempuh dengan jalan melakukan seluruh firman Allah dan menjauhi semua larangan agar berkenan bagi-Nya, sehingga kelak layak berjumpa dengan Allah di Sorga.

Namun bagi setiap orang yang memilih berjumpa dengan Tuhan semenjak di Bumi, dapat menerima anugerah Allah dalam Kristus Yesus masuk ke dalam Kerajaan Allah, dan menyerahkan dirinya untuk dibentuk menjadi pribadi yang baik, berkenan dan sempurna sesuai dengan kebenaran dan kehendak Allah untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya, sehingga diperkenankan berjumpa dengan Tuhan semenjak di Bumi.

Untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. (Lukas 1:17)

Untuk mencapai kelayakan di hadapan Allah, proses pembaharuan dilakukan terus menerus, hari demi hari sepanjang hidup manusia, hingga sungguh-sungguh mampu tidak berbuat dosa, luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan, namun boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, menjadi kudus dan tidak bercela seperti yang tertulis:

Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. (II Petrus 1:4)

Supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. (Efesus 5:27)

Tatakala kesucian hatinya dipadang layak di hadapan Allah, maka kesempatan melihat Tuhan semenjak di Bumi dapat menjadi kenyataan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Matius 5:8)

Dengan kekudusan yang layak di hadapan Allah, selain berkesempatan berjumpa Allah di Bumi, manusia juga akan dipakai oleh Tuhan untuk melakukan segala pekerjaan yang mulia semenjak di Bumi.

Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. (I Timotius 2:20-21)

Allah akan menggembalakan manusia secara pribadi, sehingga hari demi hari, keseluruhan dirinya, yaitu roh, jiwa, dan tubuhnya akan semakin disempurnakan dalam Kristus Yesus hingga kedatangan Tuhan.

Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. (Kolose 1:28)

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. (I Tesalonika 5:23)

Akhirnya, oleh anugerah (kasih karunia) Allah di dalam Kerajaan Allah, manusia memiliki kesempatan untuk dibentuk menjadi makhluk yang sempurna dengan tak bercacat, memiliki kesempatan berjumpa dan melihat Allah, dan berkesempatan beribadah dan berkarya bagi kemuliaan-Nya, baik di Bumi maupun di Sorga. Amin.


Rujukan
Ayat-ayat rujukan yang dipergunakan di dalam situs Injil Kerajaan Allah berasal dari Alkitab Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab Indonesia 1974, Lembaga Biblika Indonesia, Alkitab Sabda, dan sumber lain yang terkait.

Disclaimer
Semua yang dimuat di dalam situs Injil Kerajaan Allah bukanlah suatu kebenaran mutlak. Oleh karena itu, jika dikemudian hari hadir hal-hal baru akan dilakukan pembaharuan maupun koreksi sesuai waktu dan zaman.

Formulir Kontak
Terima kasih kepada Saudara sekalian yang telah menghubungi kami melalui Formulir Kontak, kami akan mengusahakan untuk segera membalasnya. Terima kasih.