Sebuah dialog tentang Allah

Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa (Markus 12:39)

Penanya : "Saya membaca di Matius 28:19 tertulis Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Apakah Tuhan itu ada tiga?"

Penjawab : "Bukan tiga, melainkan satu, yaitu Allah Yang Esa, seperti yang diajarkan Yesus. 'Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa'". (Markus 12:29) 

Penanya : "Namun ada tertulis di Matius 28:19 'Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus'. Bukankah itu tiga Allah?"

Penjawab : "Bukan tiga Allah. Coba kita perhatikan! Di sana tertulis Bapa dan Anak dan Roh Kudus, tidak tertulis Allah Bapa dan Allah Anak dan Allah Roh Kudus bukan?"

Penanya : "Betul tidak tertulis tentang tiga Allah, melainkan tentang tiga nama. Jika demikian saya sempat salah menangkap.

Jadi Allah adalah Esa seperti yang diajarkan Yesus dalam Injil, 'Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa'. (Markus 12:29)

Ternyata Allah yang esa juga tertulis di Timotius, 'Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.' (I Timotius 2:5)

Terima kasih atas penjelasannya."

Penanya : "Jika demikian, apakah makna dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus?"

Penjawab : "Dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus mengajarkan tentang tiga keilahian Allah yang esa agar manusia mengenal dan hidup di dalamnya.

Untuk menyederhanakan, kita mempergunakan perumpamaan lain.

Jikalau ada perintah yang mengatakan 'Baptislah mereka dalam nama Yang Mahasuci dan Yang Mahakasih dan Yang Mahaadil', hal tersebut tidak berarti ada tiga Allah, namun menunjukkan Allah yang esa dalam tiga keilahian-Nya, yaitu Allah Yang Mahasuci, Allah Yang Mahakasih, dan Allah Yang Mahaadil. Walaupun demikian, tentu selain tiga keilahian tersebut, masih banyak keilahian Allah yang lain.

Dibaptis dalam nama Yang Mahasuci dan Yang Mahakasih dan Yang Mahaadil, berarti Allah menghendaki agar manusia hidup dalam kodrat ilahi yang suci (kudus), hidup dalam kasih dan hidup adil.

Kembali dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, tatkala manusia dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, berarti Allah menghendaki agar manusia mengenal Allah dan mengambil bagian kodrat Bapa (hidup dalam kasih, karena Allah adalah kasih), dan mengambil kodrat Anak (hidup taat dan setia, sebab Yesus Kristus taat dan setia, hidup dalam kebenaran, menggenapkan seluruh kehendak Allah, berkarakter Kristus), dan dalam pimpinan Roh Kudus (hidup dalam roh, sebab Allah adalah Roh, belajar kebenaran), dengan demikian dapat menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Allah."

Penanya : "Jika demikian, tatkala manusia telah dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, manusia harus bertanggung jawab untuk hidup dalam kasih seperti Bapa, taat dan setia seperti Kristus, dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus agar menjadi pribadi berkenan di hadapan Allah.

Terima kasih atas penjelasannya."

(Injil Kerajaan Allah)

Ayat-ayat rujukan yang dipergunakan di dalam situs Injil Kerajaan Allah berasal dari Alkitab Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab Indonesia 1974, Lembaga Biblika Indonesia, Alkitab Sabda, dan sumber lain yang terkait.