Mengapa Allah Mengutus Yesus Kristus Sebagai Penebus Dosa Padahal Allah Maha Pengampun?

Mengapa Allah Mengutus Yesus Kristus Sebagai Penebus Dosa Padahal Allah Maha Pengampun?

Penanya : "Di dalam I Yohanes 1:9 tertulis: 'Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia (Allah) adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan'.

Jika Allah Maha Pengampun yang berkuasa mengampuni segala dosa manusia, mengapa Allah mengutus Yesus Kristus sebagai penebus dosa? Bukankah Allah berkuasa (mempunyai hak prerogatif) mengampuni dosa tanpa harus dengan penebusan?"

Penjawab : "Betul Allah berkuasa (mempunyai hak prerogatif) mengampuni dosa tanpa harus dengan penebusan, sebab Allah mempunyai hak dan kuasa untuk mengampuni segala dosa tanpa campur tangan siapapun, sepenuhnya hak Allah".

Penanya : "Jika demikian, mengapa Allah mengutus Yesus Kristus sebagai penebus dosa?"

Penjawab : "Allah berkuasa mengampuni dosa siapapun tanpa harus dengan penebusan, sebab Allah Maha Pengampun. Namun, di dalam berkarya, Allah memiliki ketentuan (hukum, cara, aturan) yang harus dipenuhi.

Untuk memudahkan, mari kita melihat karya Allah dalam bentuk lainnya!

Pada saat manusia badannya kotor, meskipun dengan firman-Nya Allah berkuasa membersihkan tubuh manusia dalam sekejap, namun Allah membersihkan bukan dengan kuasa firman-Nya, akan tetapi Allah menyediakan air untuk membasuh dan membersihkan manusia dari kotoran.

Jika manusia badannya kotor, silahkan membasuh diri dengan air agar menjadi bersih!

Pada saat manusia lapar, meskipun dengan firman-Nya Allah berkuasa mengenyangkan dalam sekejap, namun Allah mengenyangkan bukan dengan kuasa firman-Nya, akan tetapi Allah menyediakan makanan untuk mengenyangkan manusia dari lapar.

Jika manusia lapar, silahkan makan agar menjadi kenyang!

Pada saat manusia haus, meskipun dengan firman-Nya Allah berkuasa menghilangkan dahaga dalam sekejap, namun Allah menghilangkan dahaga bukan dengan kuasa firman-Nya, akan tetapi Allah menyediakan air untuk memenuhinya.

Jika manusia haus, silahkan minum air agar terpuaskan!

Pada saat manusia dalam kegelapan di Bumi, meskipun dengan firman-Nya Allah berkuasa menyediakan terang setiap saat, namun Allah memberi terang bukan dengan kuasa firman-Nya, akan tetapi Allah menciptakan Matahari, bulan dan bintang-bintang di langit untuk menerangi Bumi.

Untuk menerangi manusia di Bumi, Allah menyediakan Matahari, bulan dan bintang-bintang di langit.

Itulah ketentuan (hukum, cara, aturan) yang harus dipenuhi.

Kembali kepada mengapa Allah mengutus Yesus Kristus sebagai penebus dosa.

Demikian juga bagi manusia berdosa yang harus mempertanggungjawabkan dosanya masing-masing di hadapan Allah, walaupun dengan firman-Nya Allah berkuasa mengampuni dosa seluruh umat manusia dalam sekejap, namun dalam hal dosa pelanggaran terhadap hukum Allah, Allah mengampuni dengan jalan menyediakan fasilitas pengampunan berupa "air ilahi", yaitu penebusan dosa melalui Yesus Kristus untuk mengampuni dosa seluruh umat manusia.

Jika manusia kotor oleh dosa, silahkan datang kepada "air ilahi", yaitu penebusan dosa melalui Yesus Kristus yang sudah disediakan Allah untuk memperoleh pengampunan dosa dan penyucian dari segala kejahatan secara penuh dengan bertobat!

'Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya' (Efesus 1:7),

'Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut' (Roma 8:1-2),

Itulah ketentuan (hukum, cara, aturan) yang harus dipenuhi".

Penanya : "Dengan demikian, untuk memperoleh pengampunan dosa yang sudah disediakan Allah, manusia belum cukup sebatas percaya kepada Allah, namun juga harus datang kepada Sang Penebus Yesus Kristus, dan bertobat untuk memperoleh pengampunan dosa dan penyucian dari segala kejahatan, sehingga sungguh-sungguh bersih.

Sekarang sudah cukup jelas mengapa Allah mengutus Yesus Kristus sebagai penebus dosa walau Allah Maha Pengampun, ternyata ada ketentuan (hukum, cara, aturan) yang harus dipenuhi.

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Allah Maha Adil, Allah Maha Bijaksana!

Terima kasih untuk penjelasannya."

(Injil Kerajaan Allah)

Ayat-ayat rujukan yang dipergunakan di dalam situs Injil Kerajaan Allah berasal dari Alkitab Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab Indonesia 1974, Lembaga Biblika Indonesia, Alkitab Sabda, dan sumber lain yang terkait.