Kelahiran Yesus Kristus dalam "Perayaan Hakiki"

Kelahiran Yesus Kristus dalam "Perayaan Hakiki"

Mengingat, mengenang akan kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat dapat dilakukan oleh setiap pribadi maupun komunitas dengan berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan mengungkapkan kelahiran Yesus Kristus melalui "Perayaaan Hakiki".

Cahaya lilin dan cahaya lampu gemerlap diwujudkan menjadi terang yang nyata bagi dunia  ...

Keindahan seni, musik dan kemerduan lagu pujian diwujudkan dalam perkataan yang lemah lembut, santun, menyejukkan, mendamaikan ...

Keindahan dekorasi diwujudkan dalam cinta kasih, mengampuni, peduli, empati, berbagi, menghormati ...

Persembahan diwujudkan dalam mempersembahkan seluruh tubuh, jiwa dan roh dan keberadaan kita kepada Allah ...

Khotbah berhikmat diwujudkan dalam menjadi pelaku firman, hidup dalam kebenaran, hidup dalam kehendak-Nya ...

Keindahan baju diwujudkan dalam perbuatan yang baik, terpuji, terhormat, mulia ...

Keberagaman warna warni kado diwujudkan dalam kekayaan untuk saling memberi dan menerima, antarpribadi, antarsaudara, antarsahabat, antartetangga, antaretnis, antarkomunitas, antarumat, antaragama, antarbangsa.

Liturgi diwujudkan dengan hidup sehari-hari dalam tatanan, baik tatanan moral, norma, etika, agama, hukum, tatanan negara, serta tatanan Tuhan.

Kelahiran Yesus Kristus dalam "Perayaaan Hakiki" dapat dilakukan setiap saat, sepanjang hari, sepanjang minggu, sepanjang bulan, sepanjang tahun, sepanjang abad, dan sepanjang masa dalam perwujudkan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

(Injil Kerajaan Allah)

Ayat-ayat rujukan yang dipergunakan di dalam situs Injil Kerajaan Allah berasal dari Alkitab Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab Indonesia 1974, Lembaga Biblika Indonesia, Alkitab Sabda, dan sumber lain yang terkait.