Refleksi Iman

Refleksi Iman | Injil Kerajaan Allah

Percaya kepada Allah

Tatkala iman dinyatakan dalam hal percaya kepada satu Allah, itu adalah baik, sebab sudah sepatutnya kita percaya kepada Allah. Namun perlu dicatat bahwa setan-setanpun juga percaya.

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. (Yakobus 2:19)

Dalam hal ini, Kitab Suci mengajar bahwa hendaknya kita tidak terpaku, tidak berhenti dan tidak berbangga sebatas sebagai orang percaya, namun lebih mendalam lagi ...

Memberikan segala sesuatu

Tatkala iman dinyatakan dalam hal memberi segala sesuatu, itu adalah baik, sebab sudah sepatutnya kita “memberikan segala sesuatu milik kita kepada Allah”. Namun perlu dicatat bahwa Iblispun dapat memberikan segala sesuatu kepada Yesus.

Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. (Lukas 4:6)

Dalam hal ini, Kitab Suci mengajar bahwa hendaknya kita tidak terpaku, tidak berhenti dan tidak berbangga dalam hal memberi, namun lebih mendalam lagi ...

Melakukan tanda-tanda yang dahsyat

Tatkala iman dinyatakan dalam hal melakukan tanda-tanda ajaib, itu adalah baik, sebab Allah juga mengaruniakan tanda-tanda dan karunia. Namun perlu dicatat bahwa Iblispun mengadakan tanda-tanda yang dahsyat.

Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. (Wahyu 13:13)

Dalam hal ini, Kitab Suci mengajar bahwa hendaknya kita tidak terpaku, tidak berhenti dan tidak berbangga dalam hal tanda-tanda yang dahsyat, namun lebih mendalam lagi ...

Belajar pengetahuan

Tatkala iman dinyatakan dalam hal belajar berbagai pengetahuan tentang kebenaran, itu adalah baik, sebab sudah sepatutnya kita belajar kebenaran agar memiliki pengetahuan ilahi. Namun perlu dicatat bahwa Iblispun memiliki hikmat yang luar biasa.

Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. (Yehezkiel 28:3)

Dalam hal ini, Kitab Suci mengajar bahwa hendaknya kita tidak terpaku, tidak berhenti dan tidak berbangga dalam hal pengetahuan, hikmat, namun lebih mendalam lagi ...

Memberitakan firman

Tatkala iman dinyatakan dalam hal memberitakan firman, itu adalah baik, sebab sudah sepatutnya kita memberitakan firman Tuhan. Namun perlu dicatat bahwa Iblispun “memberitakan firman Tuhan” juga.

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" (Kejadian 3:1)

Dalam hal ini, Kitab Suci mengajar bahwa hendaknya kita tidak terpaku, tidak berhenti dan tidak berbangga dalam hal memberitakan firman, namun lebih mendalam lagi ...

Menghadap dan berkomunikasi dengan Allah

Tatkala iman dinyatakan dalam hal menghadap, berkomunikasi, berdoa, berhubungan dengan Allah, itu adalah baik, sebab sudah sepatutnya kita berkomunikasi, berdoa, berhubungan kepada Allah. Namun perlu dicatat bahwa Iblispun menghadap Allah dan berkomunikasi.

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” (Ayub 1:67)

Dalam hal ini, Kitab Suci mengajar bahwa hendaknya kita tidak terpaku, tidak berhenti dan tidak berbangga dalam hal menghadap, berkomunikasi, berdoa, berhubungan dengan Allah, namun lebih mendalam lagi ...

Walaupun hal-hal tersebut mungkin telah kita lakukan, Kitab Suci mengajarkan hendaknya kita tidak terpaku, tidak berhenti, dan tidak berbangga dalam hal percaya kepada Allah, telah memberikan segala sesuatu, telah melakukan tanda-tanda yang dahsyat, memiliki berbagai pengetahuan ilahi, telah memberitakan firman, telah rutin menghadap, berkomunikasi, berdoa, berhubungan dengan Allah, namun lebih dari itu.

Dengan demikian kita dihindarkan dari segala sesuatu yang mengejutkan.

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:22-23)

Oleh karena itu, mari kita menyadarkan diri akan hal-hal di atas, jika kita lakukan dalam kehendak Allah dapat menyempurnakan kita di hadapan Allah, namun bisa juga terjadi sebaliknya, kita ditolak Allah karena melakukan diluar kehendak-Nya! Amin.


(Injil Kerajaan Allah)

Ayat-ayat rujukan yang dipergunakan di dalam situs Injil Kerajaan Allah berasal dari Alkitab Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab Indonesia 1974 dan Lembaga Biblika Indonesia.