Tujuan Penciptaan Manusia Adalah Sempurna Seperti Bapa (Allah)

Tujuan Penciptaan Manusia Adalah Sempurna Seperti Bapa (Allah)

Injil Kerajaan Allah - Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang dirancang untuk sempurna. Kesempurnaan menjadi salah satu tujuan utama Allah dalam menciptakan manusia. Allah Yang Maha sempurna menghendaki agar suatu saat makhluk manusia pada tingkat tertentu mampu mencapai kesempurnaan seperti yang dikehendaki-Nya. Manusia diciptakan bukan sekedar dari yang tidak ada menjadi ada, melainkan dibentuk dengan tujuan mulia, yaitu agar manusia dapat menjadi pribadi yang sempurna seperti diri-Nya. Tentu, yang dimaksud adalah kesempurnaan manusia dalam batas sempurna seperti Allah dan tidak sama dengan Allah.

Allah menerapkan setandar kesempurnaan untuk manusia. Allah menghendaki kesempurnaan manusia kelak bukan seperti malaikat, maupun sempurna seperti makhluk ciptaan lain, namun kesempurnaan yang Allah kehendaki adalah serupa dengan Sang Khalik. Kesempurnaan Allah tawarkan kepada seluruh umat manusia, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa.

Sempurna seperti Allah berarti suatu saat manusia akan berkodrat ilahi, yaitu memiliki sebagian kemuliaan Allah, yang ditandai kemampuan berpikir, menimbang dan berkarya seperti Allah.

Mungkinkah manusia dapat mencapai tingkatan kesempurnaan seperti Allah, dan menjadi "manusia Allah?"

Dalam Injil Kerajaan Allah, manusia diproses oleh Allah untuk menjadi pribadi yang sempurna, seperti yang difirmankan-Nya:
Matius 5:48
"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu (Allah) yang di Sorga adalah sempurna."
Mazmur 8:4-6
"Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat."
I Timotius  6
6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
Kesempurnaan ilahi bagi umat manusia telah dicanangkan Allah jauh sebelum dunia diciptakan.  Manusia dapat meraih sesuai kebenaran di dalam Injil Kerajaan Allah. Langkah demi langkah  untuk meraih kesempurnaan disediakan di sana. Untuk meraihnya, dibutuhkan proses yang panjang dan dengan perjuangan yang sungguh sesuai kebenaran Injil Kerajaan Allah.

Jika suatu saat manusia mencapai titik kesempurnaan ilahi seperti Allah, pada saat itulah manusia dianggap layak untuk bekerjasama dengan-Nya sebagai kawan sekerja.
I Korintus  3:9
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Namun, jika belum mencapai kesempurnaan, manusia harus terus memproses dirinya dengan terus berjuang dengan sungguh-sungguh hingga suatu saat dianggap layak di hadapan-Nya.
II Timotius  2 2:21
Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Share:


Ayat Rujukan Alkitab Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab Indonesia 1974

Matius 5:48

"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu (Allah) yang di sorga adalah sempurna."

Mazmur 8:4-6

"Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat."

I Timotius 6:11

"Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Kolose 1:28

"Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan
tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap
orang kepada kesempurnaan dalam Kristus."

I Tesalonika 5:23

"Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."

Ibrani 12:2

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang
memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan,
yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita
yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta
Allah.

I Timotius 6:16
"Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam
terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan
memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa
yang kekal! Amin."

Efesus 2:10

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk
melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau,
supaya kita hidup di dalamnya."

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.
  • ()

Follow by Email

Text Widget

Flag Counter

Recent Posts